Tuesday, July 7, 2015

AZAN TERAKHIR BILAL


Salam Ramadhan ke-20.. Pagi hari tadi aku dapat satu kisah yang aku rasa sangat pilu dan menyentuh hati. Subhanallah...Allahumma Solli 'Ala Saidina Muhammad Wa'ala ali saidina wamaulana Muhammad...

Semenjak Rasulullah SAW wafat, Bilal menyatakan bahawa dirinya tidak akan mengumandangkan azan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muazin kembali, dengan hati pilu nan sendu Bilal berkata, “Biarkan aku hanya menjadi muazin Rasulullah sahaja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muazin siapa-siapa lagi.”

Abu Bakar tidak dapat mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan azan. Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, Dia ikut pasukan Fath Islami menuju Syam dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tidak mengunjungi Madinah, hingga sampai pada satu malam, Rasulullah hadir dalam mimpinya dan menegurnya, “ Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa?” (Wahai Bilal, mengapa engkau tidak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?)

Bilal bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanannya menuju ke Madinah, untuk menziarahi makam Rasulullah SAW. Sekian tahun sudah Bilal meninggalkan Madinah.

Setibanya di Madinah, Bilal bersedu sedan melepasi rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih. Saat itu dua pemuda telah menginjak dewasa mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah SAW iaitu Hassan dan Hussin. Dengan mata sembab oleh tangisan, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Raslullah tersebut.

Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal, “Pakcik, mahukah engkau sekali lagi mengumandangkan azan untuk kami? Kami ingin mengenang datuk kami.”

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah menjadi khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan azan, meskipun hanya sekali sahaja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu tiba masuk solat, Bilal naik pada tempat dahulu biasa dia azan pada masa Rasulullah SAW masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan azan. 

Saat lafaz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktiviti terhenti! Semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan susuk nan agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

Ketika Bilal melaungkan “Asy hadu Alla Ilaha Illallah…” seluruh isi kota Madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat melaungkan “Asy hadu Anna Muhammadar Rasulullah” Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisannya. Bahkan Bilal sendiri pun tidak sanggup meneruskan azannya, lidahnya tersekat, airmatanya berderai laju. Hari itu Madinah mengenang masa saat masih ada Rasulullah diantara mereka.


Hari itu adalah azan pertama dan juga yang terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat. Azan yang tidak dapat dihabiskan.  

No comments:

Post a Comment